Pemprov DKI Resmikan Lenggang Jakarta Untuk PKL

Lenggang Jakarta, Monas, Jakarta PusatLenggang Jakarta, Monas, Jakarta Pusat

IntaNews, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal meresmikan Lenggang Jakarta di Ikatan Restoran dan Taman Indonesia (IRTI), Monas, Jakarta Pusat, besok.

Lenggang Jakarta adalah lokasi untuk menampung para PKL yang biasa berjualan di kawasan Taman Monas. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menuturkan, kebijakan ini langkah awal penataan PKL di Ibu Kota. Selanjutnya pihaknya akan menata PKL di kawasan Setu Babakan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Para PKL bahkan akan dipindahkan ke waduk, taman, trotoar, dan sebagainya. Menurut pria yang pernah menjabat sebagai anggota Komisi II DPR itu, penataan PKL ini wujud ekonomi kerakyatan sebenarnya. Dengan penataan yang apik, PKL itu akan mengalami peningkatan perekonomian soalnya sistem penjualannya dibuat seperti pedagang di mal-mal besar.

”Para PKL dididik cara mengelola barang dagangannya agar berkualitas seperti di mal. Inilah ekonomi kerakyatan sesungguhnya. Asal pemerintah itu menyediakan lokasi-lokasi pasti bisa,” ujar Ahok ketika meninjau kesiapan Lenggang Jakarta di kawasan Monas kemarin.

Ahok menjelaskan, Lenggang Jakarta merupakan lokasi penataan PKL yang selama ini tercecer di Taman Monas. Namun, seusai didata ternyata jumlah pedagang lebih sedikit dari yang ada. Hal ini disebabkan setelah ditelusuri ternyata PKL Monas ini mayoritas dihuni seluruh anggota keluarga dan berjualan hingga 3-4 kios. Banyak juga PKL yang menjadi supplier pedagang lainnya.

Suami Veronica Tan itu menyebutkan, penataan PKL itu dapat menghilangkan pungutan liar dari para preman dan oknum pejabat yang besarannya mencapai Rp60.000- 150.000 per malam. Semua transaksi di Lenggang Jakarta menggunakan sistem pembayaran nontunai yang telah dipersiapkan Bank Mandiri. ”Jadi modalnya ini kita tidak mau jatuh ke preman, apalagi oknum pejabat. Selama ini kalau kita buka toko gini, yang nyaplok duluan tuhpejabat,” ucapnya.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta Joko Kundaryo menuturkan, persiapan Lenggang Jakarta telah mencapai 100%. Menurutnya, masih ada sekitar 20 dari 329 kios yang belum terisi karena pedagang masih berada di kampung halaman.

Apabila dalam sebulan tidak dihuni, pihaknya akan mengundi kembali berdasarkan domisili kartu tanda penduduk DKI Jakarta. Sampai sekarang Joko melihat masih ada sejumlah PKL berjualan di Taman Monas.

Hal ini membuat PKL di Lenggang Jakarta ketar-ketir takut dagangannya tidak laku. Untuk itu, dia meminta Unit Pengelola Teknis (UPT) Taman Monas menutup pintu masuk kandang Rusa. (sindo)