Pria Jepang Ditangkap Polisi Karena Buntuti Mantan Pacar

IlustrasiIlustrasi

IntaNews Media, Tokyo - Lelaki berusia 23 tahun yang dulunya pernah memiliki pacar berusia 54 tahun. Usai putus, ternyata wanita itu masih dikuntit terus (stalking). UU Anti Slaking Jepang melarang hal tersebut dan termasuk tindak pidana sehingga bisa masuk penjara. Pria tersebut akhirnya ditangkap polisi Jepang.

“Pria tersebut sebenarnya sudah diperingati berkali-kali dan tetap bandel melakukan stalking akhirnya ditangkap polisi Perfektur Hyogo,” beber sumber, dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (15/5/2015).

Kejadiannya antara tanggal 6 sampai dengan 8 Maret 2015. Seorang karyawan perusahaan swasta di Kota Toyooka, Shinya Nishizawa (23), mengirimkan 36 email berturut-turut kepada mantan pacarnya yang berusia jauh lebih tua yaitu 54 tahun.

Nishizawa, nama pria itu, ingin sekali berjumpa dengannya lagi tetapi terus saja diabaikan sang wanita.

“Akhirnya saya ikuti buntuti dia terus menerus karena saya masih sayang sama dia dan saya ingin sekali ketemu dia dan ngobrol dengannya lagi,” ujarnya mengakui perbuatannya tersebut.

Keduanya bekerja di satu perusahaan. Sebetulnya sang wanita telah konsultasi dengan pihak berwajib Maret lalu dan Nishizawa juga telah diperingati polisi beberapa kali. Namun peringatan itu sama sekali tidak merubah keadaan.

Akhirnya 17 April sore di depan rumah sang wanita, Nishizawa mencuat tanpa diketahui, tanpa izin sang wanita, dan polisi meringkusnya untuk disidangkan.

UU Anti stalker Jepang diresmikan Agustus 2013 yang melarang seseorang melakukan pengiriman email berkali-kali kepada pihak lain, termasuk pula membuntuti seseorang terus menerus termasuk larangan keras.