Sekjen PBB Kecam Kekerasan di Macedonia

MacedoniaMacedonia

IntaNews Media, New York – Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Senin (11/5/2015), menyerukan segera dipulihkannya kedamaian di Macedonia setelah terjadinya kekerasan terburuk sejak konflik etnis di negeri pecahan Yugoslavia tersebut pada 2001 silam.

Dalam pernyataan resminya, Ban mengatakan sangat kaget mendengar berita kekerasan yang telah menewaskan 22 orang di kota Kumanovo, 40 kilometer sebelah utara dari ibu kota, Skopje.

Dia mengimbau supaya semua pihak bekerja sama untuk memulihkan kedamaian dan melakukan investigasi menyeluruh secara obyektif dan transparan.

Kemudian, Ban mendesak semua pihak yang terlibat dalam kekerasan itu menahan diri dan tak terpengaruh berbagai retorika atau tindakan yang bisa membawa ketegangan lebih lanjut.

Pada Minggu (10/5/2015), baku tembak antara polisi Macedonia dan kelompok bersenjata memasuki hari kedua, di tengah kekhawatiran terkait meningkatnya perlawanan etnis Albania di negeri itu.

“8 orang polisi tewas dan 37 orang lainnya terluka dalam baku tembak di Kumanovo yang berlangsung sejak Minggu pagi,” demikian keterangan juru bicara kepolisian Macedonia, Ivo Kotevski kepada wartawan.

Ivo menambahkan, para penyerang berasal dari sekelompok teroris berbahaya yang beberapa anggotanya merupakan buronan internasional.

Menyusul sebuah serangan yang lancarkan pasukan kepolisian, lanjut Ivo, sebanyak 14 jasad ditemukan di lokasi kejadian. Polisi akan memberi penjelasan lebih lanjut bila ditemukan kembali korban.

Ivo menambahkan, kelompok bersenjata itu terdiri dari 30 orang, sebagian besar warga Macedonia dan lima lainnya diduga merupakan warga etnis Albania dari Kosovo dan Albania.

Operasi polisi yang digelar di Kumanovo dibuka pada Sabtu dini hari itu, menurut Ivo, sudah hampir berakhir dan kelompok teroris tersebut sudah berhasil dilumpuhkan.

Akibat dari musibah ini, Uni Eropa memperingatkan potensi meningkatnya kekerasan di wilayah Macedonia yang penah diguncang pemberontakan etnis Albania pada 2001 lalu. Macedonia berpenduduk 2,1 juta orang dan seperempatnya adalah etnis Albania.

Bangka Pos