banner 728x90

Abraham Samad Diperiksa Bareskrim sebagai Tersangka

banner 728x90

Intanews, Jakarta - Ketua Nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad hari ini (24/6) diperika Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI (Bareskrim Polri). Abraham Samad alias AS diperiksa sebagai tersangka perkara penyalahgunaan wewenang selama menjabat sebagai Ketua KPK.

“Iya, kami akan datang pukul 10.00 ke Bareskrim,” sebut pengacara AS, Saor Siagian, lewat pesan singkatnya seperti dilansir Tempo, Rabu, 24 Juni 2015.

Direktur Eksekutif KPK Watch Yusuf Sahide mengatakan, AS diperiksa Bareskrim dengan tudingan penyalahgunaan wewenang. AS, ketika menjabat Ketua KPK disinyalir melakukan lobi politik dengan petinggi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengenai dengan pencalonan wakil presiden dalam pemilihan presiden tahun lalu.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto pun menyebut AS pernah mendatangi petinggi Partai Nasdem demi pencalonan diri sebagai wakil presiden menemani Joko Widodo (Jokowi). Pertemuan itu berlangsung di Apartemen The Capital Residences kawasan SCBD, Jakarta Selatan.

AS disinyalir melanggar Pasal 65 juncto Pasal 36 huruf a juncto Pasal 21 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

banner 728x90

Tags: #Abraham Samad #Badan Reserse Kriminal #Kasus Penyalahgunaan Wewenang

author
Author: 
Menhub: Kadishub Provinsi Jabar, Jateng dan Jatim Harus Lakukan Pengawasan Bus Pariwisata
Frekvensi.com, Jateng – Dalam kegiatan pantauan dan tinjauan arus balik Angkutan Natal dan
Sumba Barat Diguncang Gempa 6,6 SR
Frekvensi.com, Sumba – Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, diguncang gempa 6,6 Skala Richter
Ayah Mirna: Tak Khawatir Digugat Pihak Jessica
Frekvensi.com, Jakarta – Ayah Wayan Mirna Salihin, Dermawan Salihin, mengaku tidak terlalu mengkhawatirkan
40 RUU Masuk Prolegnas 2016
Frekvensi.com, Jakarta – Ada 40 RUU yang sudah disetujui dalam Program Legislasi Nasional
banner 728x90

Leave a reply "Abraham Samad Diperiksa Bareskrim sebagai Tersangka"