Jokowi Sukses Hajar Petral, Tempat Mafia Migas Peliharaan SBY

Share:

IntaNews - PT Pertamina Energy Trading Ltd atau Petral akhirnya secara legal dibubarkan setelah hampir satu dekade beragam cara dilakukan untuk meruntuhkan anak perusahaan PT Pertamina (Persero) tersebut. Pemerintahan Jokowi-JK melalui Menteri ESDM Sudirman Said dan Dirut Pertamina Dwi Soetjipto memutuskan melikuidasi perusahaan yang disebut-sebut sarang atau tempatnya mafia migas tersebut.

“Reputasi Petral sejak dulu lekat dengan persepsi negatif,” ujar Sudirman Said.

Dia memberikan sinyal bahwa keputusan ini sesuai arahan Presiden Jokowi yang katanya sudah setuju Petral dibubarkan.

“Kata presiden, masa lalu harus diputus,” katanya.

Kemarin, Menteri ESDM Sudirman Said dan mantan ketua tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri blak-blakan soal panjangnya jalan menuju pembongkaran Petral. Termasuk di dalamnya ada kekuatan besar yang mencoba melindungi Petral.

Wacana pembubaran Petral mencuat pertama kali pada 2006 lalu, di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kala itu, perusahaan yang bermarkas di Singapura tersebut rencananya akan digantikan oleh Integrated Supply Chain (ISC) yang dikomandoi Sudirman Said. Namun rencana tersebut tidak berhasil karena kuatnya Petral. Bahkan Sudirman Said harus menerima mimpi buruk, dipecat pada 2009.

Percobaan meruntuhkan Petral berlanjut, muncul di era kepemimpinan Dahlan Iskan sebagai Menteri BUMN. Pada 2012 Dahlan menggulirkan kembali wacana pembubaran Petral lantaran diduga tempat tumbuh suburnya praktik mafia migas. Ini terkait temuan indikasi korupsi dan permainan kotor sejumlah oknum dalam impor minyak. Namun sampai dia lengser dari jabatannya, Dahlan gagal membubarkan Petral.

Faisal Basri dan Sudirman Said membongkar soal perbedaan kondisi pembubaran petral antara era SBY dan Jokowi. Faisal justru terang-terangan memberikan sinyal bahwa kepemimpinan SBY melindungi Petral dari pelbagai upaya pembubaran. (Merdeka)

Jokowi Sukses Hajar Petral, Tempat Mafia Migas Peliharaan SBY | Yeni Maryani | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya