Polisi Bakal Amankan Admin Situs Prostitusi Online di Kalibata City

Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta SelatanApartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan

IntaNews, Jakarta - Penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah menyakui nama sejumlah orang yang terlibat dalam prostitusi anak di bawah umur di Kalibata City. Kini, polisi sedang menguntit mereka.

Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar Heru Pranoto mengungkapkan, prostitusi di Kalibata City ditawarkan melalui jaringan online. Sehingga, prostitusi itu memiliki akses yang terbatas.

“Setiap orang yang akan memakai jasa prostitusi itu harus mendaftar dulu menjadi member, makanya tidak dijual bebas kan?” kata Heru, saat dihubungi, Kamis (21/5/2015).

Artinya, pelaku prostitusi online membuat sebuah sistem tertutup melalui sebuah manajemen. Polisi selanjutnya akan mendalami manajemen tersebut dan menemukan sejumlah peran di dalamnya. ”Manajemen ini adalah yang menghubungkan wanita pekerja seks dengan pelanggan,” ujar Heru.

Peran-peran dalam manajemen yang telah menjadi incaran polisi adalah orang yang menyediakan wanita pekerja seks, orang pembuat situs untuk menawarkan jasa prostitusi, orang yang memverifikasi data calon pelanggan, orang yang memiliki nomor rekening yang digunakan untuk menerima uang menjadi member pelanggan.

“Sudah didata orang-orang ini, kurang lebih jumlahnya tiga orang,” beber Heru.

Namun, Heru belum dapat menyebutkan inisial mereka. Lantaran, publikasi akan mempengaruhi pengejaran mereka.

Sebelumnya, dari kasus ini polisi telah meringkus seorang pria berinisial FMH (25), yang berperan menyediakan wanita di bawah umur untuk ditawarkan ke pria-pria hidung belang. Dalam penangkapan FMH, petugas juga menangkap sejumlah anak yang dijadikan pekerja seks. ™