TNI Kerahkan Tim Mencari Manusia Perahu

Para pengungsi Rohingya didaratkan di AcehPara pengungsi Rohingya didaratkan di Aceh

Intanews - Mulai Sabtu (23/05) lalu TNI menggelar operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) pengungsi Rohingya dan imigran Bangladesh yang diprediksi terombang-ambing di laut, tetapi sempai kini belum ada yang ditemukan.

Untuk keperluan SAR, TNI mengerahkan empat kapal perang, dua kapal ponton dan satu pesawat patroli.

Operasi SAR digelar sesuai perintah Presiden Jokowi yang disampaikan kepada Panglima TNI, Jenderal Moeldoko Jumat malam (22/05).

“Pencarian dilakukan di wilayah laut perbatasan antara kita (Indonesia) dan negara tetangga: Malaysia dan Thailand,” ujar Panglima TNI Jenderal Moeldoko.

“Jadi kalau mereka (tim SAR) melihat ada perahu-perahu Rohingya yang menghadapi berbagai kesulitan di depan wilayah kita, maka kita harus membantu agar pada akhirnya mereka bisa masuk ke wilayah Indonesia, yang tadinya saya tidak mau. Tapi dengan adanya perintah presiden sudah jelas, kita (akan) laksanakan,” imbuh Panglima TNI dalam wawancara, dikutip BBC Indonesia, Rohmatin Bonasir.

Hampir 1.800 jiwa telah diselamatkan di Aceh dan 1.107 orang mendarat di Pulau Langkawi, Malaysia. Ribuan orang diprediksi masih mengapung di tengah laut seusai kapal-kapal mereka diduga ditinggalkan oleh para awak kapal menyusul operasi yang dilancarkan Thailand terhadap penyelundupan dan perdagangan manusia.

Namun hingga Sabtu sore, tim SAR belum menemukan perahu-perahu yang mengangkut migran.

“Kapal-kapal yang membawa migran belum ditemukan sampai saat ini. Semua bersih tidak ada masalah,” terang Kapuspen TNI Mayjen Fuad Basya.

Sebelum itu TNI menolak masuknya kapal pembawa migran ke wilayah Indonesia dengan dalih, kapal tersebut  mengangkut warga asing yang tidak memiliki izin masuk ke wilayah Indonesia.

Perintah pencarian dan penyelamatan migran dikeluarkan beberapa hari setelah Indonesia dan Malaysia sepakat menampung sementara migran yang sekarang ini masih berada di laut dengan syarat, penampungan itu hanya berlangsung selama satu tahun saja. (bbc)