Kemenpora, Jangan Ragukan Tim Transisi

Gatot S Dewa BrotoGatot S Dewa Broto

IntaNews Media - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia meminta semua pihak supaya jangan meragukan kapasitas Tim Transisi yang akan berperan untuk mengambil-alih sementara tugas di persepakbolaan tanah air selama PSSI dibekukan. Hal itu dikatakan oleh Deputi V Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, beberapa waktu silam.

“Nanti Tim Transisi akan di-backup oleh supporting team (Tim Teknis) yang akan mem-feeding database, memetakan sepakbola di Indonesia dan memetakan permasalah sepakbola Indonesia dan sebagainya,” kata Gatot S Dewa Broto.

“Kami pun ketika ditanya kenapa kami (Tim Sembilan, tim investigasi yang sebelumnya dibentuk Kemenpora) tiba-tiba pintar bola, itu bukan karena kami membaca, Googling, atau lain sebagainya, tapi karena kami juga didukung oleh yang disebut supporting team,” tandasnya.

Dari 17 anggota Tim Transisi, sebelum tiga orang menyatakan mundur, hanya  ada satu orang saja yang dinilai paham sepakbola, yakni mantan pemain Timnas Indonesia, Ricky Yacobi. Sementara anggota lainnya berasal dari berbagai kalangan, seperti dari pemerintahan, anggota dewan, militer, pegiat media sosial, politikus, bahkan artis.

“Kami sudah menduga akan banyak suara-suara seperti itu (meragukan Tim Transisi), tetapi kami belajar dari Tim Sembilan. Tim Sembilan itu 9 orang, yang tahu bola hanya Ricky Yacobi,” ujar Gatot S Dewa Broto.

“Ini (Tim Transisi) lebih unik, ini merupakan miniatur yang menggambarkan bahwa bola itu menjadi segmentasi tidak hanya kalangan bola tetapi beberapa profesi yang ada. Yang jelas, orang tersebut harus mengetahui soal sepakbola. Urusan sepakbola ini banyak, tidak hanya soal kompetisi, tapi juga ada organisasi dan sebagainya,” imbuhnya.

“Tidak perlu khawatir jika Tim Transisi ada yang dari perwira, anggota dewan dan sebagainya. Karena itu nanti akan kami atur sedemikian rupa,” pungkas Gatot S Dewa Broto.

Sidomi