Indeks Integritas UN SMA-SMK Tertinggi Diraih Provinsi DIY

IIUNIIUN

IntaNews, Jakarta - Provinsi DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) menjadi provinsi yang meraih Indeks Integritas UN (IIUN) SMA-SMK tertinggi di Indonesia, dari 34 provinsi. IIUN Provinsi DIY memperoleh angka di atas 78, jauh di atas rata-rata IIUN se-Indonesia, yaitu hanya 63,28.

“Ini bukan akhir, ini adalah awal terus meningkatkan integritas. Salah satunya dengan berhenti mencontek, karena itu adalah hulu. Pendidikan kita harus bebas dari segala bentuk kecurangan,” ujar Menteri Anies Baswedan dalam jumpa pers di kantornya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (18/5/2015).

Contoh daerah-daerah dengan nilai UN tinggi dan integritas tinggi adalah DI Yogyakarta, DKI Jakarta dan Kalimantan Timur. IIUN rata-rata nasional adalah 63,28, sementara di DKI Jakarta rata-rata memiliki nilai IIUN di atas 71. Salah satu indikator dalam menghitung IIUN yaitu dengan melihat pola jawaban siswa ketika mengerjakan soal. Selanjutnya akan dihitung dengan teori peluang.

“Mulai sekarang laporan UN akan mengungkap tentang kecurangan selain meneruskan semangat memperbaiki mutu pendidikan secara terus menerus,” ujar Anies.

Meski begitu, Anies menganggap indeks integritas itu masih memprihatinkan. Para siswa masih perlu didorong untuk berprestasi namun tetap memiliki integritas.

“Ini adalah upaya kita untuk mengembalikan praktek kejujuran dan berintegritas di seluruh aspek kehidupan Bangsa Indonesia,” tambahnya.

Fakta bahwa nilai kejujuran masih memprihatinkan, lanjut Anies, lantaran sudah lama ada sikap diam dan mendiamkan perilaku kecurangan.

“Jadikan ini sebagai baseline perbaikan ke depan. Karena ini sejalan dengan semangat revolusi mental dalam pendidikan,” lanjut mantan Rektor Universitas Paramadina itu.

Sedangkan untuk UN Comuter Based Test (CBT), nilai kecurangan bisa ditekan mencapai 0 persen. Terkait hal ini, ia berharap tahun depan akan semakin banyak sekolah yang mengikuti UN CBT.

“Soalnya berbeda-beda kan soalnya. Kecurangan bisa sampai 0 persen,” jelas Anies.

Sedangkan menurut Kabalitbang M Furqon, tahun depan Kemendikbud menargetkan 10 persen sekolah sudah melaksanakan UN CBT.

“Meski begitu kita tidak ingin sekolah memaksakan. Kita lihat evaluasi yang sekarang bagaimana,” jelasnya. (detik)