Perayaan Kelulusan SMA Warnai Ujian Nasional SD

Konvoi kelulusan SMPKonvoi kelulusan SMP

IntaNews, Kediri - Pagelaran ujian nasional siswa sekolah dasar hari pertama di Kota Kediri, Jawa Timur, nyaris terusik dengan perayaan kelulusan siswa Sekolah Menengah Pertama dan Atas. Aparat kepolisian beberapa kali terlibat kejar-kejaran dengan konvoi pelajar untuk menghalau perayaan itu menjauh kawasan sekolah.

Kerumunan siswa SMA mulai bertengger di beberapa ruas jalan Kota Kediri sejak Pukul 08.00 WIB, Senin 18 Mei 2015. Menggunakan seragam sekolah putih abu-abu yang penuh coretan cat semprot, mereka bersiap melakukan konvoi dengan sepeda motor.

Mereka diantaranya berhimpun di Jalan Veteran Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Seperti dikomando, para pelajar laki-laki dan perempuan yang berboncengan sepeda motor bergerak. Mereka bukan hanya mengganggu pengguna jalan lainnya, tapi konvoi yang dibarengi deru gas sepeda motor dan teriakan pengendaranya itu mengganggu siswa peserta Ujian Nasional di Gedung Sekolah Dasar Negeri Sukorame II.

Pemandangan yang sama juga tampak di area Gedung Olahraga Jayabaya. Sebanyak ratusan pelajar tingjat SMA yang merayakan kelulusannya berhimpun di lokasi ini usai sebelumnya berkeliling. “Kasihan anak-anak SD yang sedang ujian,” ujar Kukuh, penjaga sekolah SDN Sukorame III yang ikut dilintasi konvoi para pelajar itu, Senin 18 Mei 2015.

Petugas yang telat mengetahui arak-arakan tersebut segera mengejar dan menghalau mereka dari kawasan sekolah. Menggunakan mobil patroli dengan suara sirine yang tidak kalah memekakkan, petugas terus mengusir para pelajar hingga keluar wilayah kota.

Alhasil sikap tegas polisi ini membuat para pelajar kocar-kacir dan berlarian ke segala arah. Sebagian pelajar nampak mengarahkan motornya ke jalan-jalan tikus di perkampungan.

Yudi, seorang siswa kelas IX yang ikut merayakan kelulusannya itu mengakui bila pihak sekolah telah melarang konvoi. Namun berdalih mengikuti jejak kakak kelasnya yang telah lulus, dia dan teman-temannya tetap melakukan konvoi dan corat-coret seragam. “Ini momentum terakhir sebagai pelajar (SMP),” tuturnya bangga. (tempo)